Jadwal Paket Awal Umroh Ramadhan VIP Bintang 5 Landing Madinah by Qatar Airlines
Jadwal Paket Umroh Plus Eropa Stop Over Spanyol November 2014 dengan SAUDIA AIRLINES SV
Jadwal Paket Umroh plus Palestina Stop Over Al Aqsa November 2014 by Saudia Airlines SV
Jadwal Paket Umroh plus Turki Stop Over ISTANBUL November 2014 by Saudia Airlines SV
Paket Umroh Landing / Direct Madinah 11 Mei 2014 by Qatar Airways

hubungi kami
Paket Umroh Ramadhan

contact support

Phone:
021-716.900.50
sms/call:
0812.8176.9970
0812.9126.7652
Pin BB: 3104604E
Email: admin@travelhajiplus.com

Tujuan Ibadah Haji – Travel haji Plus

Tujuan / Makna / Hikmah Ibadah Haji.

Sepanjang sejarah manusia, jutaan orang melakukan pertemuan dalam berbagai keperluan. Baik Itu tujuan komersial, budaya, politik, dan bahkan rekreasi. Namun tidak ada pertemuan yang sebanding dengan Ibadah Haji – pertemuan spiritual yang tidak ada bandingannya di seantero Bumi.

Sebuah ziarah suci yang didirikan oleh Nabi Ibrahim, bapak para nabi. Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim,

Artinya “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” [QS Al-Hajj: 27].

Sesungguhnya Allah-lah yang memanggil kepada Manusia, dan hati mereka menanggapi panggilan-Nya. Kongkritnya sekarang adalah pertemuan yang sangat menakjubkan yang berdasarkan keimanan. Nabi Ibrahim memproklamirkan haji, dan hari ini, orang-orang berkumpul di Mekkah untuk beribadah haji seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (Nabi Terakhir) untuk umat manusia.

Ketika Allah mewajibkan haji, maka orang-orang mulai berdatangan ke Mekah, mereka bersatu, mereka dipanggil untuk menyembah Pencipta mereka “dari segenap penjuru yang jauh.”. Pesan Allah bersifat universal. Allah berfirman:

Artinya, “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al-Imran: 97]

Nabi Muhammad (saw) mengatakan: ” “Barangsiapa yang melakukan Ibadah Haji ke Baitullah dengan tidak mengucapkan perkataan keji, tidak berbuat fasik, dia akan kembali ke negerinya dengan fitrah jiwanya yang suci ibarat bayi baru lahir daripada perut ibunya.” (Bukhari Muslim)” .

Ibadah haji adalah suatu momentum spiritual, moral dan Fisik yang sangat penting. Ini merupakan kesempatan manusia untuk melakukan pemurnian hati dan untuk mempererat hubungan manusia dengan Allah SWT. Ibadah Haji adalah ibadah pengabdian dengan ritual yang sudah ditentukan untuk dilaksanakan. Ritual tersebut dilakukan secara bersamaan dengan manusia dari seluruh penjuru dunia. Manusia akan “dipaksa” untuk berinteraksi dengan peziarah seluruh dunia lain dan ini mengajarkan kepada kita tentang kebajikan, kesabaran, perilaku yang baik, dan kasih dalam cara kita berhubungan dengan sesama peziarah yang lain.

Nabi Muhammad (saw) selalu menekankan nilai-nilai kesabaran, kasih sayang, memaafkan orang lain, terutama selama ibadah haji. Dia menyuruh para peziarah pada Hari `Arafah untuk bersikap tenang. ” Jadilah tenang dan stabil, karena kebenaran tidak pernah dicapai melalui kegalakan dan tergesa-gesa. “[Al-Muwatta ']

Para peziarah tidak harus saling berteriak satu sama lain atau berdesak-desakan dan mendorong satu sama lain dalam melaksanakan ritual Haji. Mereka harus tetap menjaga martabat mereka, menunjukkan sikap sopan santun. Mereka harus memiliki belas kasihan dan kasih sayang di dalam hati mereka kepada  peziarah yang lain. Apa artinya mengenakan pakaian yang sederhana dan meninggalkan kenyamanan materi, jika diri kita masih tetap bersikap egois dan angkuh kepada sesama peziarah lain? Bagaimana kita bisa mengklaim bahwa kita taat kepada Allah,  padahal saat melempar jumroh saja kita menyakiti peziarah yang lain dengan menendang dan mendorong mereka?

Ibadah Haji didirikan untuk mempersatukan kita melalui ibadah yang ditentukan. Kita datang bersama-sama dalam koridor iman dan kasih sayang, dan hanya untuk menyembah Allah saja. Ini harus disadari oleh para peziarah agar tidak menyebabkan gangguan, dan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Haji yang aman dan nyaman. Mereka pasti tahu bahwa Allah Maha Melihat apa yang mereka lakukan.

Selain itu, pelaksanaan ibadah haji saat ini dapat dilihat langsung melalui televisi. Jutaan orang dari seluruh dunia, termasuk Eropa, Amerika, Asia Timur, dan Jepang dapat menonton langsung bagaimana Muslim melakukan ibadah haji itu sendiri. Apa kesan yang akan timbul bagi penonton jika mereka menyaksikan perilaku para jamaah yang egois dan mengabaikan sopan santun? Apakah hal ini akan bisa menarik mereka (penonton TV) kepada Islam?

Inilah sebabnya mengapa Allah memberitahu kita dalam Al Qur’an:

 

Artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” [Al-Baqarah:177].

Sebagai sesama muslim,  kita harus ingat bahwa haji adalah demi iman kita kepada Allah. Haji adalah kesempatan bagi kita untuk mengingat-Nya dan memuliakan nama-Nya, dan untuk menegakkan apa yang Dia telah sucikan.

Ibadah Haji bukan sekedar gerakan-gerakan, lebih jauh lagi yaitu tentang menghormati apa yang Allah telah sucikan. Tujuannya adalah untuk membawa bersama-sama dalam sebuah ekspresi tunggal iman kita, ibadah dan cinta Allah di satu sisi dengan cinta dan hormat sesama jamaah lainnya. muliakan Allah dengan melaksanakan ibadah haji, dan kita harus sadar bahwa mendorong dan berdesak-desakan dalam melaksanakan rital haji tidak akan mencapai karunia-Nya, bahwa kesalehan dan perilaku yang baiklah yang akan mendapat karunia-Nya.

Inilah sebabnya mengapa Allah berfirman tentang Qurban pada saat haji:

Artinya, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. ” [QS Al-Hajj: 37]

Di antara nilai-nilai penting bahwa Islam datang untuk melindungi hak-hak asasi manusia dan martabat manusia. Berapa banyak dari kita melanggar hak saat melakukan ritual haji, sementara mengenakan pakaian haji?

Oleh Sheikh Salman al-Oadah

Baca Juga :

Komentar


Latest News

Paket Umroh Murah 16.5 Juta By Qatar Berangkat Maret 2015

  Alhamdulillah Kami bekerja sama dengan Maskapai Penerbangan Qatar Airways untuk mengadakan Jadwal Paket Perjalanan Umroh Super Hemat 16.5 Juta Rupiah, untuk perjalanan umroh selama 9...

Jadwal Paket Umroh Plus Turki, Dubai dan Aqsho tahun 2014

Berikut adalah Jadwal Paket Umroh Plus untuk Tahun 2014. Umroh Plus yang kami sediakan adalah Umroh Plus Aqsho, Umroh Plus Turki dan Umrah Plus Spanyol. Beragam macam akomodasi dari paket umroh plus...

Pendaftaran Umroh OnLine Arjuna Wisata

Pendaftaran Umroh OnLine Arjuna...

Paket Dana Talangan Umroh, Ke Tanah Suci Dapat Dilakukan Walaupun Biaya Belum Mencukupi

Ketika terjadi kesepakatan antara karyawan, perusahaan dan Lembaga Keuangan. Maka karyawan tersebut sudah menjadi calon jamaah umroh pada travel tersebut. Dan tentu saja cicilan pertama sudah...